Tuesday, October 19, 2010

Graphic Standards Manual

Graphic Standards Manual atau biasa disingkat dengan GSM. Apa sih sebenarnya GSM ini? Bukan GSM (Global System for Mobile Communication) yang berhubungan dengan telepon seluler tetapi GSM di sini adalah ketetapan sebuah perusahaan mengenai konsistensi. Apanya yang konsisten? Macam macam, mulai dari warna dan layout yang bisa diterima pada berbagai macam media, di mana didalamnya terdapat spesifikasi yang tepat seperti dicontohkan pada contohnya secara visual.

GMS akan membantu kita dalam menentukan standart pada semua media yang akan dipakai, baik untuk satu ataupun banyak tempat. GSM juga berguna untuk menjamin logo dan merk selalu ditampilkan dengan benar dalam sebuah media ataupun alat komunikasi lainnya. Mulai dari spasi, model tulisan dan gambar, warna, font, margin, dan macam-macam. Skema warna untuk pemasaran, iklan, standart web dan alat komunikasi lainnya.



Bingung? Mungkin akan lebih dijelaskan dari contoh berikut ini yang saya dapatkan dari sebuah blog milik hariadhi. Walaupun bukan untuk logo sebenarnya namun GSM ini sebaiknya mulai dipelajari ketika mulai menginjak mata kuliah DKV 2. Di dalam blognya hariadhi mencantumkan proses pembuatan desain logo. Dimulai dari penjelasan perusahaan yang berdasarkan formay penulisan yang saya buat, akan dituliskan mengenai perusahaan ini pada bab 3. Kemudian dilanjutkan dengan mencari dan menemukan masalah, selanjutnya dicari kekuatan dan kelemahan dari perusahaan tersebut (SWOT), dan beberapa langkah lain. Selanjutnya kesemuanya itu disimbolisasi menjadi sebuah logo dengan ketentuan yang baku. Ketentuan inilah yang dinamakan dengan Graphic Standards Manual. Jenis tinta apa yang dipakai, bagaimana susunan warnanya dalam format Pantone, CMYK, RGB, HSL, dan segala macamnya.

Tidak kalah pentingnya dalam GSM ini adalah panduan untuk perusahaan apabila ingin membuat ulang logo. Di dalam GMS tersebut harus disebutkan langkah-langkah untuk membuatnya. Mulai dari bagaimana cara memperbesar, memperkecil, atau kalau warnanya bertabrakan dengan warna dasar bahan, apa yang harus diubah.



Dan selanjutnya diberikan contoh mengenai produk-produk yang menggunakan corporate identity, misalnya kartu nama, kop surat, memo, badge pegawai, dan lainnya. Semua harus memiliki sebuah kebakuan dalam penempatannya.

Berikut juga ada tips menarik dalam kita merancang GSM sebuah logo.
1. Hindari kalimat-kalimat rumit. GSM dibuat untuk dipahami, bukan untuk diriset lagi oleh orang lain.

2. Susun hierarki keterbacaan. Jangan sampai orang lihat bagian-bagian detail sebelum melihat garis besarnya dulu.

3. GSM itu peraturan, jadi usahakan agar orang tetap merasa bahwa isinya serius dan wajib diikuti. Jangan mengejar ke “trendi” an hanya karena ingin dipuji sebagai desainer kreatif.

4. Hati-hati bermain warna dan font. Warna dan font tidak akan berguna kalau orang lain tidak bisa membaca.

Bagaimana? Cukup terbuka terang bukan mata anda sekarang mengenai GSM? Berikut ini contoh-contoh GSM perusahaan besar yang saya dapatkan dari beberapa situs. Diantaranya adalah GSM untuk USAid, Olympic Games Emblem, dan Connecticut Community College.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment